Pertama karena aku suka menonton sepak bola. Dulu, aku kagum melihat kemampuan bermain Zidane Zidan dari Perancis. Selain Zidane, aku juga suka Christiano Ronaldo dan Lionel Messi. Alasan kedua, faktor orang-orang di sekelilingku. Ayahku juga penyuka sepak bola. Kami sering menyediakan waktu bersama untuk menonton sepak bola. Cerpen Karangan RizalKategori Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 19 March 2016 Sewaktu masih SMP, aku dan teman-temanku suka bermain sepak bola. Kami bermain pada sore hari, saat matahari tidak terlalu panas. Kadang jika sudah tidak ada aktivitas di rumah, kami akan bermain lebih awal dan berhenti saat adzan maghrib berkumandang. Kami mencintai sepak bola, hal ini bisa dilihat saat kami bermain semuanya pasti memakai kostum tim kesayangan dan meniru gaya pemain yang diidolakan. Tapi sayangnya, kami tidak bermain di lapangan. Hal ini disebabkan karena pemerintah setempat, sudah menggusur lapangan kami untuk dijadikan lahan bandara. Hingga suatu sore, Fikri temanku yang baru pulang sekolah menawari kami untuk bermain di pekarangan samping rumahnya. “Mending main di rumahku aja!” kata Fikri. “Emang boleh?” tanya Rais penasaran. Aku dan teman-teman yang lain, menatap ke arah Fikri dengan penuh harap. Fikri diam sebentar, berpikir tentang resiko yang akan terjadi. Lalu dengan aksen inggrisnya yang absurd, dia menjawab, “Of course man, move on!” suasana hening. Kepalaku mendadak pusing, Rais terbatuk-batuk dan yang lain tertawa. Fikri bertanya dengan wajah heran. “Kalian kenapa? Ada yang salah?” Aku yang kesal pun menjawab, “Ya iyalah. Bukan move on tapi come on!” “Ya, maksud aku juga begitu!” tandas Fikri. Hari itu, kami bermain dengan penuh semangat. Seusai bermain, Fikri mengeluarkan 2 botol air dingin lengkap dengan sepiring pisang goreng yang dibuat oleh ibunya. Seminggu berlalu begitu cepat, kami bertemu lagi dengan masalah tempat. Kali ini, pekarangan rumah Fikri dijadikan tempat parkir oleh karyawan bandara. Ayah Fikri pun menjelaskan padaku dan teman-teman agar tidak berkecil hati. Akhirnya, kami memilih untuk tidak bermain dulu sampai kami menemukan tempat bermain yang baru. Rasa jenuh dengan aktivitas yang ada di rumah, membuatku dan teman-teman, mulai mencari cara untuk bermain. Terlebih Rais, yang baru saja membeli sepatu baru, sudah tidak sabar untuk mencobanya. Saat pulang sekolah, aku bertemu dengan Ipul dan Amat. Kami pulang bersama-sama dan berjanji akan bermain sore itu. Sampainya di gang kompleks, kami bertiga bersilang jalan dan pulang ke rumah masing-masing. Sore harinya, Rais datang dan menungguku di depan rumah. Saat aku ke luar, Rais menyambutku, “Hallo Rizal, bagaimana penampilanku? Sudah mirip Messi bukan?” sembari menggoyangkan kakinya. Aku tahu, dia sengaja menanyakan hal itu agar aku memuji sepatu barunya. Dengan ikhlas aku menjawab. “Kamu lebih mirip Tessy, hahaha!” “Terima kasih untuk pujiannya!” jawab Rais dengan wajah kecewa. Aku dan Rais bergegas menuju ke warung bu Minah, tempat kami biasa berkumpul. Satu per satu dari kami mulai berdatangan, diskusi pun dimulai. “Jadi kita main di mana hari ini?” kata Riat membuka pembicaraan. Kami mulai berpikir mencari solusi untuk tempat yang baru. “Aku punya ide!” cetus Iwan ditengah keheningan kami. “Gimana kalau kita mainnya di bandara aja!” “Apa? Di bandara? kalau pesawat turun terus kita ketabrak gimana?” kata Rais dengan kesal. “Itu kalau mainnya di landasan, maksud aku kita main di dalam bandara. Aku lihat di situ ada lahan kosong, dekat lapangan tenis!” lanjut Iwan menegaskan. “Aku setuju, aku pernah lihat banyak pula orang sering jogging di situ, bagus kali tempatnya, aman!” sambung Parman dengan logat bataknya yang kental. Tanpa membuang waktu, kami segera pergi ke tempat yang dimaksud. Setelah puas bermain, kami duduk dekat trotoar menghadap ke arah landasan. Rais kembali membuat sensasi, “Sepatuku ini punya kelebihan!” katanya padaku. “Mana buktinya?” “Lihat ya, aku akan mengitari jalan ini dalam waktu 1 menit,” kata Rais sambil bersiap. Bagiku dan teman-teman, cepat atau tidak Rais berlari bukan masalah. Yang jadi kekhawatiran kami adalah, jalanan bandara sangat sensitif. Rais berlari sambil bersorak kegirangan, dia terlihat seperti badut sirkus yang kelaparan. Aku dan teman-teman pun tidak ketinggalan untuk menyemangati. Akhirnya malapetaka terjadi, Rais kehilangan keseimbangan saat sepatunya menginjak pasir, yang berada di sisi jalan. Hal ini membuat Rais tersungkur dengan tampan di atas trotoar jalan. Lututnya luka, wajahnya penuh dengan pasir, dan kami tertawa. “Hahaha makanya jangan sombong!” kata Ipul sembari membantunya berdiri. Hari itu kami lalui dengan senang. Persahabatan kami begitu indah untuk dikenang. Dari kejauhan, sebuah pesawat siap untuk terbang. Aku dan teman-temanku berdiri dari trotoar, memandangi pesawat yang terbang sampai pesawat itu menghilang di tengah awan. Kami semua terkagum melihatnya, lalu dalam hati aku bertanya, “Apakah kebersamaan ini akan terulang lagi?” Cerpen Karangan Rizal Blog Mahasiswa sosiologi unsrat, pecinta sastra dan penikmat kopi. Twitter rizalistis Facebook Rizal Rahman Cerpen Kami Pecinta Sepak Bola merupakan cerita pendek karangan Rizal, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Sahabat Hari Ini Esok Dan Selamanya Oleh Mayadasari Waktu seakan cepat berlalu, langkah kaki kini tak lagi sama. Aku selalu bingung dan selalu ingin bertanya pada tuhan. Apa arti dari sebuah persahabtan yang indah dan abadi? Adakah Caution With Your Friend Oleh Yudha Dwi Heryanti Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayang? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu Good Bye Misya Oleh Stenisa “pagi begitu indah tapi aku hanya bisa melihat ini untuk 3 bulan saja” ucapku lesu “ayo Misya” ajak papa “iya” ucapku Aku menyusul papaku yang sedang di bawah. “ya Pilihan Oleh Pratiwi Nur Zamzani “Gila banget nih artikel!,” gumam Bram saat ia melihat majalah di sofa studio bersama Billy. “Udah biasa lah kayak begitu. Gosip!,” lanjut Riska tegas. “Sorry gue telat! Tadi, ban Sesal Di Ujung Senja Oleh Aulia Shaffna Ramadhani Kring.. Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas menuju sungai kecil di samping sekolah. Sungai itu adalah tempat favoritku saat istirahat ataupun saat-saat aku ingin sendiri. Sandra Nacita, seorang remaja 16 “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Selainitu, bermain bola sepak menjadi hobi saya kerana saya suka mengikuti pertandingan-pertandingan yang berkaitan dengan bola sepak seperti di sekolah, kampung dan di luar daripada daerah saya. Dulu, saya dan rakan-rakan saya yang lain kerap turun di padang untuk bermain bola sepak pada setiap petang. Namun, semenjak berlakunya pandemik
Sepak bola merupakan olahraga yang sudah saya ikuti sejak saya masih kecil dan sampai sekarang pun saya masih sangat menyukai olahraga tersebut. Walaupun olahraga sepakbola dikatakan sebagai olahraga yang keras karena sering terjadi benturan fisik yang dapat menyebabkan cidera. Hal itu tidak menyurutkan saya untuk terus bermain sepakbola dan futsall. Hal ini dikarenakan apabila dalam suatu pertandingan sepakbola ataupun futsall, setiap pemain harus memiliki rasa sportifitas yang tinggi, sehingga hal-hal seperti benturan fisik yang keras ataupun keributan dapat dihindari. Sepakbola bukan hanya sekedar permainan atau olahraga yang membuang keringat saja, tetapi dari olahraga dan futsall ini juga memiliki visi dan misi yang jelas untuk menang. Dari hal itu, kita bisa belajar bagaimana menjalankan misi yang direncanakan seperti formasi yang digunakan, strategi yang diterapkan, dll dalam mencapai visi yang telah ditetapkan yaitu “kemenangan”. Selain itu, dalam olahraga sepakbola dan futsall juga diajarkan bagaimana mengatur emosi di saat situasi yang tidak sesuai. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari olahraga sepakbola dan futsall ini. Saya menyukai sepakbola karena dalam sepakbola ataupun futsall harus memiliki kerja sama atau kekompakkan yang baik. Kerja sama yang baik akan memberikan kemenangan, sedangkan kerja sama yang buruk akan memberikan kekalahan. Selain itu, dalam olahraga sepakbola juga dibutuhkan strategi matang yang bisa mematikan strategi lawan. Dimana strategi yang ampuh akan memberikan permainan terbaik dan kemenangan. Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari bahwa kerja sama dan strategi itu sangat penting. Kerja sama yang baik dan strategi yang matang akan memberikan hasil yang optimal. Dari analogi tersebut, dapat saya pastikan kalo sampai sekarang saya sangat menyukai olahraga sepakbola. I LOVE FOOTBALL AND FUTSALL
Ceritabahasa arab tentang hobi, cerita tentang hobi saya dalam bahasa arab. Pada masa lapang, saya akan bermain badminton bersama abang dan kawan kawan saya untuk. Saya khalid, saya mempunyai banyak hobi diantaranya ialah olahraga, olahraga yang saya sukai juga banyak, diantaranya sepak bola, voli dan .
Nama Fuad Kasyfurrahman NPM 53413594 Disini saya akan menceritakan tentang hobi saya. Hobi saya adalah Sepak Bola, Saya menyukai sepak bola sejak saya masih Sekolah Dasar, Sampai saat ini saya tetap menyukai sepak bola. Saya sering sekali bermain sepak bola bersama temenan-teman saya, Sampai – sampai saya mempunyai klub sepak bola favorit yaitu Manchester City yang bermain di Liga Premier Inggris. Biasanya saya bermain sepak bola di lapangan yang berada di dekat rumah saya, tetapi terkadang lapangan di dekat rumah saya tergenang air bila ada hujan, Jadi saya dan teman-teman harus menahan rasa keinginan saya bermain sepak bola. Sekarang sepak bola berkembang dengan adanya Futsal , dengan adanya futsal sekarang lebih banyak yang biasanya bermain futsal bersama teman-teman saya pada malam hari, biasanya di lakukan di hari libur. Selain bermain dengan teman biasanya saya juga terkadang separingan dengan grup futsal lain untuk mengetahui sekuat mana kekompakan grup saya. Saya mempunyai hobi ini sangat senang sekali, hobi ini saya senangi karena saya bisa menjaga kesehatan badan saya. Saya pernah direkrut bermain bersama Persikabo Bogor akan tetapi ayah saya tidak mengijinkan saya untuk terus melanjutkan karir saya. Karena menjadi pemain sepak bola di Indonesia tidak terlalu jelas ke depannya setelah pensiun. Dan di sisi lain saya ingin menjadi seorang penerbang makanya saya lebih memilih kuliah. Sekian cerita tentang hobi saya. TERIMA KASIH. Sekadardiketahui, ajengan pada cerita tersebut memiliki hobi olahraga seperti sepak bola. Ia sering turut serta bermain bersama santri-santrinya. Tak hanya itu, bahkan ajengan memiliki minat pada kesenian, yaitu menonton tunil (teater) yang diperankan para santrinya dan tembang-tembang Sunda. (halaman 42) Khusus tentang olahraga sepak bola
Cerpen Tentang Sepak Bola. Tidak sedikit pemain profesional yang bermain di level amatir. Bermain bola ditengah malam cerpen karangan Diplomasi Sepak Bola Menjalin Hubungan Antarbangsa dengan from Cerpen lucu humor lolos moderasi pada Lebih dari itu, sistem dalam sepak bola juga merefleksikan dalam dunia nyata tentang bagaimana sebuah lembaga, organisasi, bahkan sebuah negara agar bisa sukses. Shaolin soccer 2011 bisa dikatakan shaolin soccer adalah salah satu film terpopuler tentang sepak bola sampai saat ini. Bagi Anda Yang Ingin Berpartisipasi Di Website “Cerpen 'Si Biru' Di Apa Jadinya Jika Asia Tenggara Asean Memiliki Tim Sepak Bola Soccer 2011 Bisa Dikatakan Shaolin Soccer Adalah Salah Satu Film Terpopuler Tentang Sepak Bola Sampai Saat Sepak Bola Favoritku Ronaldo Dan Messi Kalau Tim Bola Favoritku Tentunya Persib Bandung Dan Timnas Indonesia. Bagi Anda Yang Ingin Berpartisipasi Di Website “Cerpen Islami. Mulai dari pemain profesional sampai amatir. Lantaklah sebab tak ramai perempuan kat kolej ni suka tengok bola. Pernah satu ketika sekitar tahun 90 an, ada kompetisi lokal yang para pemainnya banyak dari kalangan profesional, mereka para pemain yang. Kemenangan 'Si Biru' Di Brasil. Tragedi sepak bola cerpen karangan Solihin ogi terkenal gila soccer. 27 februari 2022, 172828 wib. Seperti Apa Jadinya Jika Asia Tenggara Asean Memiliki Tim Sepak Bola Gabungan. Kelak kalau aku menjadi pemain bola profesional aku ingin seperti mereka berdua. Jujur saja, saya memang belum bisa membuat cerpen dengan baik. Hanya kerana dia tak pernah bagi ruang untuk aku menyendiri di tepi padang ni tengok orang main bola sepak. Shaolin Soccer 2011 Bisa Dikatakan Shaolin Soccer Adalah Salah Satu Film Terpopuler Tentang Sepak Bola Sampai Saat Ini. Bermain bola ditengah malam cerpen karangan Diantara semua itu yang paling aku senangi yaitu hobi sepak bola. Semalam habis diguyur hujan yang cukup lebat tak sengaja ketika mau melewati balai desa ada sebuah poster. Pemain Sepak Bola Favoritku Ronaldo Dan Messi Kalau Tim Bola Favoritku Tentunya Persib Bandung Dan Timnas Indonesia. Yaitu dengan kombinasi, keselarasan individu, kerja tim, taktik, sedikit trik dan keberpihakan. Kebetulan aku punya beberapa teman yang mengikuti ssb sekolah sepak bola lalu aku bisa tanyakan tentang klub sepak bola itu. Kami bermain pada sore hari, saat matahari tidak terlalu panas.
Filmyang tayang pada tahun 2013 lalu ini disutdarai oleh Benjamin Turner dan Gabe Turner. The Class of 92 menceritakan tentang enak orang anak dengan latar belakang berbeda yang sangat hobi bermain sepak bola. Keenam anak ini bersekolah di klub sepakbola Manchester United angkatan 1992 - 1999. Persahabatan mereka terus terjalin hingga dewasa.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Di Indonesia, olahraga terpopuler yang banyak digemari masyarakat saat ini adalah sepakbola. Bahkan beberapa orang rela menghabiskan waktu hanya untuk menyaksikan tim sepakbola favoritnya bertanding. Keeksistensian olahraga ini bahkan mengalahkan beberapa olahraga lainnya seperti bulutangkis maupun bola voli. Tidak heran jika kemudian para pengembang atau developer game berlomba-lomba dalam menciptakan game sepakbola terbaik di animo masyarakat yang begitu tinggi, tentunya menjadi sebuah keuntungan bagi mereka yang berhasil membuat game sepakbola terpopuler. Dari mulai tampilan grafik, raut wajah pemain, hingga gerak-gerik diatas lapangan pun sangat diperhatikan supaya semakin terkesan realistik. Sampai saat ini, setidaknya sudah ada beberapa game sepakbola yang mempunyai tampilan menarik dan populer di kalangan masyarakat. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan dibawah Sepakbola Terbaik di AndroidPES 2019 Nama pertama sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta game. Pasalnya, game sepakbola yang satu ini telah ada sejak lama dan bisa dibilang penggiat dari game bergenre serupa lainnya. Mempunyai tampilan grafis yang nyata dan gerakan olah bola dari pemain disamakan dengan aslinya. Ada beragam fitur didalamnya, seperti kompetisi offline, online, hingga pembelian League Soccer Jika Anda menginginkan bermain game sepakbola tanpa menggunakan data internet, sepertinya Dream League Soccer bisa menjadi pilihan. Anda bebas memainkan fitur apapun didalamnya tanpa menguras penggunaan kuota internet. Anda bisa mengganti kostum tim dengan mendownoad Kit HeroGame ini memerintahkan player untuk memberikan bola ke titik-titik tertentu sampai kemudian bola masuk ke gawang tim lawan. Berbeda dari game sepakbola biasanya, Score! Hero akan memberhentikan bola setelah sampai di kaki pemain berikutnya, sebelum diteruskan ke kaki pemain lain. Anda juga bisa memainkan game ini tanpa kuota SoccerGame yang satu ini merupakan game bergenre sepakbola yang menarik dan seru untuk dimainkan. Player akan dibebaskan memilih pemain untuk duel satu lawan satu dengan musuh. Game ini mempunyai ciri khas yakni kepala besar yang dimiliki oleh SoccerFifa Soccer juga bisa dibilang game sepakbola yang mempunyai tampilan muka terbaik dan terkesan nyata. Telah diunduh oleh 5 juta pengguna di Play Store yang membuktikannya memiliki kualitas bagus. Disematkan beberapa fitur unggulan didalamnya, seperti 30 liga top dunia, 550 klub, serta pemain. Mungkin sekian rekomendasi game-game sepakbola terbaik khususnya di android, semoga Lihat Metaverse Selengkapnya
CeritaNurhidayat, dari Hobi Main Bola Jadi Kapten Timnas U-19. Cerita Haaland Bikin Keki Lawan, Disebut Tak Berkelas. Cerita Asnawi Mangkualam Tentang Sepak Bola dan Masa Kecil di Kampung - JPNN.com. Cerita Bek Bali United Main dan Diajari Legenda Sepak Bola Bali. Cerita di Balik Saling Ejek Bono dan Haaland Akhirnya Terungkap | Libero.id
Cerpen Karangan Wildan MusthofaKategori Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 10 May 2016 Aku bernama Putra Alfizar. Panggil saja putra. Aku duduk di kelas 2 SMP. Aku sangat hobi bermain sepak bola hingga aku ikut ekstrakulikuler futsal di sekolahku. Namun aku ikut tanpa diketahui oleh kedua orangtuaku. Hal ini disebabkan aku dilarang untuk bermain bola oleh ayahku. Alasannya adalah ayahku ingin menjadikan aku sebagai penerus cita-cita ayahku yaitu sebagai polisi. Pada suatu hari, aku baru saja pulang dari berlatih main bola. Pada saat itu ayahku sedang berada di teras tengah menunggu kepulanganku. “Aduh, Ayah ada di teras lagi.” Ucapku dalam hati. “Assalamualaikum.” Ucapku. “Waalaikumsalam. Dari mana kamu?” Tanya ayahku. “Dari rumah temen Yah.” Jawabku. “Bener dari rumah temen?” Tanya ayah dengan sedikit sinis. “Bener.” Jawabku lagi. “Kalau dari rumah temen, kenapa tadi Ayah lihat kamu berada di sekolah?” Tanya ayah sedikit mendesak. “Aduh, bikin alesan apa lagi ya.” Ucap batinku. “Itu.. Anu.” Ucapku sedikit gugup. “Anu apa?” Tanya ayahku. “Anu ngerjain tugas kelompok.” Jawabku deg-degan. “Masa ngerjain tugas kelompok sambil main bola.” Ucap ayahku yang membuat aku semakin panik. “Jangan-jangan tadi Ayah lihat lagi aku latihan main bola. Aduh gimana ya? Jujur aja deh.” Ucap batinku. “Oke.. Jujur, aku abis latihan main bola.” Seruku. “Sudah Ayah duga. Kamu telah melanggar peraturan Ayah!!” Gertak ayah sambil terbangun dari duduknya. “Iya, Yah aku tahu. Tapi aku tak bisa meninggalkan sepak bola.” Jawabku. “Kenapa?!!” Tanya ayahku. “Karena sepak bola telah mendarah daging denganku. Dan sepak bola juga sudah menjadi cita-citaku.” Jawabku dengan rasa takut. “Ayah mau kamu menjadi seorang polisi bukan pemain sepak bola!!” Amarah ayahku mulai keluar hingga membuat aku panik. Di saat itu juga ibuku ke luar dari rumah. “Ini ada apa sih ribut-ribut?” Tanya ibuku. “Ini anakmu ini sudah melanggar peraturanku. Ayah melihat dia bermain bola di sekolahnya.” Jelas ayahku. “Emang apa salahnya kalau dia bermain bola?” Tanya ibuku. “Kan Ibu tahu. Ayah tidak ingin si Putra menjadi pesepak bola, melainkan menjadi seorang polisi.” Jelas ayahku lagi. “Putra cepat masuk, setelah itu mandi.” Ucap ibuku. “Iya Bu.” Jawabku. “Ayah jangan marah-marah begitu dong.” Ucap ibuku. “Memang kenapa?” Tanya ayahku. “Malu sama tetangga.” Jawab ibuku. “Biarkan saja, biar si Putra tahu bagaimana rasanya malu.” Jawab ayahku. Lalu ayahku langsung masuk ke dalam rumah. Keesokan harinya. “Yah, Bu Putra berangkat sekolah dulu ya.” Ucapku. “Iya hati-hati.” Jawab kedua orang tuaku. Sesampainya di sekolah “Putra.” Teriak Ferdi dari kejauhan. Aku pun langsung menghampirinya. “Kenapa Fer?” Tanyaku. “Gak ada apa-apa. Aku cuma mau kasih tahu nanti siang sepulang sekolah ada pertandingan semi final olimpiade futsal antar sekolah. Kamu bisa ikut kan?” Ucapnya. “Iya.. Insya Allah aku ikut.” Jawabku. Aku pun langsung pergi ke kelas untuk melanjutkan pelajaran. Setelah pulang sekolah aku pun ke lapangan untuk bertanding. Namun aku berpikir, “Bagaimana kalau Ayahku tahu?” Namun aku tak menghiraukan itu. Tak lama kemudian pertandingan pun dimulai. Sekitar 25 menit babak pertama berlangsung. Namun, aku tidak bisa berkonsentrasi penuh karena takut ketahuan oleh ayahku. Ternyata di rumah, kedua orangtuaku sedang mengkhawatirkanku. “Bu, si Putra ke mana? Kok jam segini belum pulang.” Ucap ayahku. “Gak tahu Yah.” Jawab ibuku. “Ya udah entar kalau pulang kasih tahu Ayah ya. Ayah mau ke pasar dulu.” Pamit ayahku. “Iya Yah. Hati-hati.” Jawab ibuku. Seperti yang ku khawatirkan, ternyata ayahku melewati lapangan tempatku bertanding. “Mas, ini ada apa ya rame-rame?” Tanya ayahku. “Ada pertandingan semi final olimpiade futsal antar sekolah.” Jawab salah seorang penonton. “Permisi.” Ucap ayahku sambil melangkah ke depan. “Oh, ternyata kau ikut juga, awas kau Putra.” Ucap ayahku dalam hati. Ayahku langsung meninggalkan lapangan dan kembali ke rumah. “Ke pasar kok cepet banget Yah.” Ucap ibuku karena heran. “Gak jadi.” Jawab ayahku. Setelah pertandingan selesai, aku pun segera bergegas menuju rumah dengan hati ragu-ragu. “Assalamualaikum.” Ucapku. “Waalaikumsallam.” Jawab kedua orang tuaku. “Putra, kamu sudah berani melawan Ayah ya!” Ucap ayahku sembari menjewer kupingku. “A..a..ampun Yah.” Ucap ku terbata-bata. “Untuk hukumannya kamu Ayah kurung di gudang selama tiga hari.” Ucap ayahku. “Yah, jangan Yah. Dia masih terlalu muda.” Seru ibuku. Brak! suara terdengar ketika aku dilempar dan menghantam tumpukan kardus. Dan seketika itu pula pintu ditutup dan dikunci. “Yah, udah Yah. Lepasin Putra.” Ucap ibuku. “Ibu ini gimana sih? Kok malah membela Putra yang sudah jelas melanggar peraturan.” Tanya ayahku. “Aku kasihan Yah. Melihat di–” Ucapan ibuku terpotong. “Ahh.. Sudah biarkan saja dia!” Seru ayahku. Ayahku pun langsung meninggalkan ibu. “Putra, kamu tidak apa-apa?” Tanya ibuku dari luar pintu. “Gak apa-apa Bu.” Jawabku. “Terus gimana nih Bu? Besok aku ada pertandingan futsal, final lagi. Gimana nih Bu?” Ucapku. “Tunggu ya. Ibu cari jalan ke luar dulu.” Ujar ibuku. Ibuku terus mencari jalan ke luar agar aku bisa bebas dari gudang. Hingga keesokan harinya, ketika ayah akan pergi ke suatu tempat, ayah menitipkan kuncinya ke ibu. Pada saat itulah ibu membukakan pintu gudang. “Bu, Ayah mau pergi dulu. Jaga rumah dengan baik ya.” Pesan ayahku. “Iya Yah.” Jawab ibuku. “Nah kesempatan nih buat ngebebasin Putra dari gudang.” Ucap batin ibuku. Tak perlu waktu lama untuk membuka pintu gudang. Dan saat itu juga aku bersiap-siap untuk pergi ke tempat pertandingan. Pertandingan ini juga pertandingan yang spesial karena pertandingan ini disiarkan di TV secara langsung. Setelah sarapan, aku pun langsung pergi meninggalkan rumah. Tapi apa daya ayahku kembali lagi. Aku pun panik. Namun ibu berkata, “Cepat keluar lewat pintu belakang.” Aku pun nurut saja. “Ibu, kenapa pintu gudang terbuka?” Tanya ayahku. Namun ibu diam saja. “Pasti Ibu melepaskan anak itu. Iya kan?” Seru ayahku. “Ahh.. Sial!” Kesal ayahku. Di perjalanan aku bingung ingin ke tempat pertandingan naik apa. Sedangkan aku sudah telat. Pertandingan kali ini buka di lapangan. Melainkan di Gelora Olah Raga. Seketika itu juga ada mobil bak lewat. Dan aku memberhentikannya. “Bang, bang. Berhenti bang.” Seruku. “Iya dek kenapa?” Tanya sopir mobil bak tersebut. “Abang mau ke mana?” Tanyaku. “Mau ke GOR.. Nganterin aqua buat para pemain futsal.” Jawabnya. “Kebetulan bang saya juga mau ke sana.” Ucapku. “Ya udah ayo bareng.” Ujar sopir mobil bak. “Iya bang.” Jawabku dengan perasaan senang. Di GOR “Duh.. Mana sih si Putra?” Ucap pelatihku. “Tunggu aja sebentar lagi juga datang.” Jawab Ferdi. “Pertandingan akan segera dimulai. Dipersilahkan kedua tim untuk memasuki lapangan.” Ucap panitia. “Pak pelatih, gimana nih? Putra belum datang.” Ucap Ferdi resah. “Ya sudah, cepat kamu ke lapangan saja semoga Putra datang tepat waktu.” Jawab pelatih. Di samping itu, aku yang tengah terburu-buru langsung mengganti pakaian di ruang ganti. Perlu waktu cukup lama karena aku harus memakai sepatu. “Ke mana pemain satu lagi?” Tanya wasit. “Belum datang Pak.” Jawab Ferdi. “Pak tolong hitung mundur sepuluh detik, jika pemain belum datang juga, maka tim Putra akan dinyatakan kalah.” Ucap Wasit. “Oke.” Jawab panitia. “Kita hitung sepuluh detik, jika pemain dari tim Putra belum datang maka akan dinyatakan kalah, sepuluh, sembilan, delapan, tujuh,….” Ucap panitia. “Ok udah siap semuanya.” ucapku. Aku pun langsung berlari menuju lapangan. “Tiga, dua.” ucap panitia. “Tunggu!!!” Seruku. “Ya.. Sepertinya sudah datang orang yang kami tunggu-tunggu. Silakan dimulai.” Ucap Panitia. Pertandingan pun dimulai. Dan semua pemain berusaha sekuat mungkin. “Yah, coba lihat deh.” Ucap ibuku. “Apaan?” Tanya ayahku. “Itu anak kita Putra masuk TV.” Seru ibuku. “Masih aja tuh anak nekat main bola.” Ucap ayahku. “Biarin lah Yah.” Ucap ibuku. “Ya udah sini nonton aja.” Ucap ibuku lagi. Prittt, pritt suara peluit panjang mulai terdengar pertanda pertandingan telah selesai. Tak lama kemudian, panitia mengumumkan siapa pemenang pertandingan final olimpiade futsal antar sekolah. “Kita sudah sampai di penghujung acara yaitu dimana kita akan mengetahui siapa pemenangnya. Dan pemenangnya adalah Tim Putra!! Silakan pemain dari tim Putra untuk mengambil hadiah dan pialanya!!” Seru panitia. “Yeeaahhh.” Teriak suporter dari sekolahku kegirangan. Setelah kami mendapat hadiah dan piala, kami pun kembali ke rumah masing-masing. Saat itu aku membawa pulang pialanya. Sebenarnya pialanya untuk sekolah. Tapi aku mendapat 1 piala lagi dengan bertuliskan pemain paling hebat di olimpiade. Sesampainya di rumah. “Assalamualaikum.” Ucapku. “Waalaikumsalam.” Saut kedua orang tuaku. “Ayah, Ibu.. Aku menang olimpiade terus dapat piala lagi.” Ucapku senang. “Selamat Nak, Ibu bangga sama kamu.” Ucap ibuku. Namun di sisi lain ayahku merasa sangat marah. Ayahku pun menghampiriku. “Coba sini lihat pialanya.” Pinta ayahku. Aku pun menurutinya. Prang! sontak aku dan ibuku kaget. “Ayah, kenapa dibanting pialanya?” Tanyaku kaget. “Ayah tidak suka kalau kamu menerima piala, apalagi piala yang berhubungan dengan main futsal ataupun bola.” Bentak ayahku. Setelah kejadian itu, aku mulai berhenti bermain bola. Untuk menggantinya aku membantu ibu di warung. Di suatu saat, aku sedang ke kamar mandi untuk buang air kecil. Tiba-tiba datang banyak orang. Sepertinya orang tersebut berasal dari salah satu media cetak. “Pak mau tanya rumah anak yang bernama Putra Alfizar di mana ya?” Tanya seseorang dari mereka. “Saya Ayahnya, kenapa?” Tanya ayahku. “Begini, kami dari produser salah satu media cetak. Kami ingin meliput Putra Alfizar yang memenangkan lomba olimpiade kemarin.” Jelasnya. “Meliput?” Ayahku heran. “Sebentar saya panggil dulu anaknya.” Ucap ayahku. “Putra, Putra!!” Teriak ayahku. “Kenapa Yah?” Tanyaku. “Itu, ada produser media cetak mau meliput kamu.” Jawab ayahku. “Produser Media cetak?” Aku merasa heran. Setelah bertemu dengan orang dari media cetak, aku kembali ke dalam rumah. Di dalam rumah aku sempat punya firasat bahwa aku akan menjadi terkenal. “Putra!” Panggil ayahku. “Iya Yah, kenapa?” Jawabku sambil mengambil air minum. “Ayah merasa bangga sama kamu, selain menjadi juara, kamu juga diliput oleh media cetak. Dan Ayah minta maaf kalau Ayah pernah kasar sama kamu.” Ucap ayahku. “Ngga apa-apa Yah.” Jawabku singkat. “Dan sebagai gantinya Ayah memperbolehkan kamu bermain bola.” Ucap ayah. “Bener Yah?” Tanyaku dengan perasaan senang. “Iya.” Jawab ayahku. Setelah itu aku berpelukan dengan ayahku. Dan setelah kejadian itu aku mempunyai tekad dan cita-cita menjadi seorang pemain bola yang profesional. TAMAT Cerpen Karangan Wildan Musthofa Facebook Wildan Musthofa Cerpen Biarkan Aku Bermain Bola merupakan cerita pendek karangan Wildan Musthofa, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kue Cokelat Elsa Oleh Syarla Feonisa Bunda suka sekali masak, terutama biskuit, kue, dan makanan manis lainnya. Menurut Elsa, tak ada yang bisa menandingi masakan Bunda di dunia ini. Bahkan, chef hotel bintang lima pun Hanya Sesaat Oleh Rindah Aisyah “Raja… Raja.. Raja..,” Kesya tiada hentinya berteriak memanggil sang pujaan hatinya Raja’, seorang most wanted di SMAN 01 Bandung. Sementara Raja terus berjalan memasuki koridor sekolah tanpa menengok sedikitpun. Perjalanan Pulang Oleh Saka Triandiko Bowo Hari ini, saya baru saja pulang sekolah. Rutinitas di sekolahku yang sangat padat yang membuatku harus pulang pada pukul kira-kira 1300 WIB. Kali ini, aku berjalan kaki ke rumah Geleng Geleng Rapai Geleng Oleh Raihan Khaira Pemuda itu duduk bersila seraya menyenderkan kepalanya di salah satu sisi rangkang. Ia menarik nafas, lalu dihembuskan perlahan. Wajahnya menunjukkan ketertarikannya dengan udara segar pagi ini. Sang surya bersinar Kado Kecil Untuk Rima Oleh M. Ubayyu Rikza Hari ini adalah hari ulang tahun keenam untuk Rima, seorang gadis kecil yang tak pernah bisa memilih dilahirkan oleh sepasang pemulung, yaitu pak Yanto dan bu Yati. Seperti di “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Hobisaya adalah bermain bola.. Contoh Karangan Bahasa Arab Tentang Hobi Saya هوايتي dan Artinya. Assalamualaikum sahabat pecinta bahasa arab pada kesempatan kali ini admin akan membagikan karangan bahasa arab tentang kegiatan di sekolah. kisah perjalanan hidup pemain sepak bola yang telah di tempuh dengan kerja keras bermain sepak bola , walaupun dulunya mereka adalah orang susah tapi mereka mampu untuk bangkit kembali dengan semangat berjuang untuk menempuh kerasnya hidup dengan ke ahlian mereka akhirnya mereka pun dapat mengubah takdir menjadi pemain kelas dunia berikut ini adalah pemain kelas dunia versi ane gan Cekibrooot 1. Lionel Messi Lionel Messi lahir pada tanggal 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina, untuk orang tua Jorge Horacio Messi lahir 1958, seorang pekerja pabrik, dan Celia María Cuccittini, pembersih paruh waktu. keluarga-nya berasal dari pihak ayah dari kota Ancona Italia, di mana nenek moyangnya, Angelo Messi, beremigrasi ke Argentina pada tahun 1883. Ia memiliki dua saudara tua bernama Rodrigo dan Matias serta saudara perempuan bernama Maria Sol.. Pada usia lima, Messi mulai bermain sepak bola untuk Grandoli, sebuah klub lokal dilatih oleh ayahnya 1995, Messi beralih ke Boys Newell's Old yang berbasis di Rosario kotanya rumah. Pada usia 11, ia didiagnosis dengan kekurangan hormon pertumbuhan. Primera División klub River Plate. menunjukkan minat pada kemajuan Messi, tapi tidak punya cukup uang untuk membayar pengobatan, seperti biaya $ 900 per bulan. Carles Rexach, direktur olahraga Barcelona, telah dibuat menyadari bakat sebagai Messi punya kerabat di Lleida, Catalonia, dan Messi dan ayahnya mampu mengatur pengadilan. Barcelona. ditandatangani dia setelah melihat dia bermain,menawarkan untuk membayar medis tagihan jika ia bersedia pindah ke pindah ke Eropa dan dia mulai dalam tim muda klub. Ia memiliki dua saudara sepupu dalam sepak bola; Maxi dan Emanuel Biancucchi. Perjalanan karir Barcelona Messi melakukan debut resmi untuk tim pertama di pertandingan persahabatan melawan Porto pada tanggal 16 November 2003 di 16 tahun dan 145 hari. Kurang dari setahun kemudian, Frank Rijkaard biarkan dia membuat debut liga melawan Espanyol pada tanggal 16 Oktober 2004 pada 17 tahun dan 114 hari, menjadi pemain termuda ketiga yang pernah bermain untuk Barcelona dan klub pemain termuda yang bermain di La Liga merekam rusak oleh tim pasangan Bojan Krkic pada bulan September 2007. Ketika dia mencetak gol pertama seniornya untuk klub melawan Albacete pada 1 Mei 2005, Messi berusia 17 tahun, 10 bulan dan 7 hari tua, menjadi termuda yang pernah mencetak gol dalam pertandingan La Liga untuk Barcelona. sampai Bojan Krkic ketika memecahkan rekor ini, penilaian dari Messi membantu. Messi. kata tentang mantan pelatihnya Frank Rijkaard "Aku tidak akan pernah melupakan fakta bahwa ia meluncurkan karier saya, bahwa dia memiliki keyakinan dalam diriku saat aku baru enam belas tahun atau tujuh belas'' 2. Cristiano Ronaldo Cristiano Ronaldo Kecil Hingga Menjadi Superstar - DULU dia begitu culun, lugu, dan terkesan sederhana. Sebagai anak dari lingkungan orang miskin, naik pesawat pun tak pernah. Bahkan, dia belum pernah meninggalkan daerahnya, Madeira. Itulah Cristiano Ronaldo kecil seperti terungkap dalam buku tulisan Luca Caioli, Ronaldo The Obsession for Perfection. Lalu, Fernao Sousa bagaikan godfather baginya dan memberi jalan perubahan besar dalam hidupnya. Ia menemani Ronaldo ke Lisabon pada 1997 untuk menjalani ujian di klub Sporting Lisbon. Ketika itu usianya baru 12 tahun. Jika bisa memilih, dia memilih ke Benfica. Ini klub pujaan ayah dan saudara laki-lakinya. Tetapi, ibunya selalu memuja Sporting dan dia berharap anaknya akan sehebat Luis Figo. Selain itu, tak mungkin Ronaldo melewatkan kesempatan besar diuji di salah satu klub terbesar Portugal itu. Sporting memiliki akademi sepak bola yang telah melahirkan nama-nama besar, seperti Paolo Futre, Luis Figo, dan Simao. Sporting tertarik kepada Ronaldo. Dia sendiri yakin bisa diterima klub itu karena merasa memiliki bakat yang baik. Dia berpikir bisa membuat klub itu menyukainya. Tetapi, umurnya baru 12 tahun. Dan, ketika dia datang dan terlibat dalam latihan, kegairahan muncul. Sang pelatih, Paulo Cardoso dan Osvaldo Silva, berada di sana mengamati permainan Ronaldo. Mereka sebenarnya tak terlalu tertarik oleh postur Ronaldo yang terkesan ceking. Tapi, begitu melihat aksinya, mereka langsung jatuh cinta. Sang bocah dari Madeira itu begitu lengket membawa bola dan bisa melewati dua atau tiga pemain lawan. Dia juga tak berhenti bergerak, seperti penampil tunggal yang bisa memainkan bola ke mana pun suka. "Saya langsung menatap ke Osvaldo dan berkata, 'Anak ini berbeda. Dia memiliki sesuatu yang istimewa'," kata Cardoso. "Dan, ternyata bukan hanya kami yang berpikir begitu. Pada akhir sesi latihan, semua anak mengerubungi dirinya Ronaldo. Mereka tahu dialah pemain terbaik," tambahnya. Para pelatih terkesan. Mereka ingin melihatnya bermain lagi pada hari berikutnya di Stadion Jose Alvalade. Kali ini, Direktur Akademi Sepak Bola Sporting, Aurelio Pereira, akan datang menyaksikan pertandingan. "Dia sangat berbakat. Dia bisa bermain dengan kedua kakinya. Ia juga sangat cepat. Ketika bermain, bola seolah melekat tubuhnya," puji Pereira. "Tapi, apa yang membuat saya terkesan adalah determinasinya. Kekuatan karakternya terpancar. Dia sangat bersemangat, tak takut, dan tak minder kepada pemain yang lebih tua. Dia punya nilai kepemimpinan yang hanya dimiliki pemain hebat. Ketika berada di ruang ganti, semua anak membicarakan dirinya dan ingin tahu dirinya. Dia memiliki semuanya. Sangat jelas dia lebih baik dari lainnya," puji Pereira lagi. Pada 17 April 1997, Paulo Cardoso dan Osvaldo Silva kemudian menulis rekomendasi yang berbunyi "Pemain yang memiliki bakat istimewa dan teknik luar biasa, terutama pintar mengelak dan membelokkan arah, juga punya gerakan hebat." Artinya, Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro sudah lulus ujian. Dia bisa bermain di Sporting Lisbon, tetapi harus mencapai kesepakatan dengan Nacional da Madeira dulu. Saat itu, Ronaldo memang milik klub Nacional da Madeira. Sementara klub itu telah berutang kepada Sporting sebesar euro sekitar Rp 268,4 juta atas pembelian pemain muda, Franco. Maka, Ronaldo bisa diambil Sporting sebagai pelunasan utang. Harga euro untuk anak usia 12 tahun jelas terlalu berlebihan. Namun, Sporting merasa tak keberatan karena bagian dari investasi, dan Ronaldo adalah investasi besar. Pada 28 Juni 1997, Pereira menyiapkan laporan baru, "Meski ini terkesan absurd untuk membayar anak 12 tahun sebesar itu, bakatnya sebanding dengan harga tersebut. Ini sudah terbukti selama ujian dan disaksikan semua pelatih. Dia akan menjadi investasi besar di masa depan." Transfer Ronaldo ke Sporting berjalan lancar. Nacional da Madeira puas karena utangnya lunas. Sebaliknya, Sporting punya investasi besar. Dan, benar. Pada 2003, Sporting bisa menjual Ronaldo ke Manchester United MU seharga 15 juta euro sekitar Rp 178,9 miliar untuk kurs saat ini. Dia menjadi pemain pertama asal Portugal di klub itu. Ronaldo segera menyatu dan menjadi bintang. Dia pun bisa menggantikan posisi kebintangan David Beckham yang akhirnya pindah ke Real Madrid. Bahkan, publik seolah segera melupakan Beckham karena kebintangan Ronaldo. Bersama MU, dia ikut menghadirkan tiga gelar Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga, satu Community Shield, satu Liga Champions, dan satu Piala Dunia Klub. Sederet gelar yang cukup menghiasi kebesarannya. Anak yang tadinya culun itu telah berubah menjadi superstar yang kemudian dijual ke Real Madrid dengan rekor transfer tertinggi dalam sejarah sepak bola, yakni sebesar 94 juta euro sekitar Rp 1,1 triliun. Nilai yang mengalahkan rekor transfer Zinedine Zidane kala dibeli Madrid dari Juventus. Sambunganya di bawah gan
PadaPembelajaran 5 Tema 3 Subtema 2 Tugasku Sehari-hari di Sekolah akan mempelajari tentang memahami gerakan menendang, menggiring, dan menangkap bola. Melakukan gerakan menendang, menggiring, dan menangkap bola. Memahami isi teks berkaitan dengan permainan sepak bola. Menemukan kosakata berkaitan dengan permainan sepak bola.
Ilustrasi Teknik Play Beautiful dalam Permainan Bola. Foto ShutterStockBanyak di antara kita yang mungkin sangat menyukai sepak bola. Tidak hanya dengan bermain di lapangan, tetapi juga menikmati pertandingan dari pinggir lapangan atau dari layar kaca. Namun, berapa banyak di antara kita yang merasakan sensasi yang lebih dalam setiap menonton sepak bola? Sensasi melihat para pemain berlari melintasi lapangan, mengoper bola, dengan ritme dan pola yang begitu indah hingga menyerupai tarian. Para penikmat sepak bola biasa menyebutnya 'Play Beautiful'. Pelan tapi pasti, teknik ini sedang meredefinisi sepak bola modern, dan perlu kita perhatikan lebih bola selama ini seringkali dipandang sebagai permainan olahraga fisik, di mana kekuatan dan stamina mendominasi. Namun, play beautiful membawa kita ke dimensi baru. Sepak bola tidak hanya tentang mencetak gol, melainkan juga tentang bagaimana cara mencetak gol tersebut. Teknik ini melibatkan keterampilan, kontrol bola, dan kerja sama tim yang harmonis, yang semuanya harus dikombinasikan untuk menciptakan permainan yang indah untuk klub sepak bola yang berbasis di Spanyol, dikenal sebagai pelopor teknik ini. Dalam kutipan yang terkenal, Johan Cruyff, salah satu ikon sepak bola dan mantan pelatih Barcelona pernah berkata bahwa sepak bola adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim dengan 11 pemain, dan pada akhirnya Barcelona selalu menang. Pertandingan semifinal leg pertama Copa del Rey antara Real Madrid vs Barcelona, Jumat 3/3 dini hari WIB. Foto Isabel Infantes/REUTERSMeski terkesan arogan, namun kita tidak dapat menyangkal bahwa Cruyff dan Barcelona telah mewujudkan filosofi play beautiful dalam setiap permainan mereka. Berkaca dari pengalaman Barcelona, bukti empiris menunjukkan bahwa play beautiful bukanlah strategi yang sia-sia. Barcelona telah memenangkan berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions UEFA beberapa kali, dan banyak dikreditkan karena kecintaan mereka pada play beautiful. Namun, penting untuk diingat bahwa permainan indah ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, melainkan juga tentang merayakan seni dan indahnya sepak satu cerita yang mungkin belum banyak diketahui adalah tentang tim sepak bola kecil dari Jepang, yaitu Oita Trinita. Tim ini mengadopsi filosofi play beautiful meski memiliki sumber daya yang terbatas. Dalam salah satu pertandingan yang paling dramatis, mereka berhasil mengalahkan tim dengan pemain yang lebih berpengalaman dan berbakat dengan teknik bermain indah. Menariknya, pelatih Oita Trinita mengatakan bahwa mereka bukan hanya bermain untuk menang, tapi juga untuk memberikan penonton pertunjukan sepak bola yang teknik ini tentu menimbulkan kontroversi. Banyak pengamat sepak bola yang berpendapat bahwa play beautiful adalah strategi yang terlalu idealis dan tidak efisien. Mereka berargumen bahwa sepak bola adalah tentang kemenangan, dan tim harus melakukan apa pun untuk mencapai tujuan itu, bahkan jika itu berarti bermain dengan gaya yang kurang tekel dalam sepak bola. Foto ReutersArgumen tersebut sering kali mengabaikan bahwa sepak bola tidak hanya tentang kemenangan, melainkan juga tentang bagaimana permainan itu dimainkan dan bagaimana itu dirasakan oleh para pemain dan penonton. Seiring berjalannya waktu, penonton semakin menuntut lebih dari sekadar kemenangan. Mereka ingin melihat permainan yang menarik, dengan teknik dan strategi yang unik dan inovatif. Dan itulah yang play beautiful tawarkan seni dalam sepak bola, di mana setiap operan, setiap gerakan, dan setiap gol menjadi bagian dari pertunjukan yang lebih dasarnya, sepak bola adalah pertunjukan. Seperti halnya dalam seni lainnya, penikmat sepak bola menilai pertandingan tidak hanya berdasarkan hasilnya, tetapi juga berdasarkan estetika dan keindahan permainan itu sendiri. Seperti yang dikatakan oleh Pep Guardiola, pelatih Manchester City yang juga mantan pelatih Barcelona, "Menang atau kalah adalah konsekuensi dari proses, dan proses adalah sepak bola. Dengan kata lain, sepak bola adalah proses menciptakan dan mengekspresikan keindahan melalui permainan."Namun, kita juga harus mengakui bahwa play beautiful bukan tanpa tantangannya. Implementasi teknik ini membutuhkan pemain yang memiliki teknik dan pemahaman taktis yang baik, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik sebagai tim. Oleh karena itu, pengembangan pemain menjadi kunci penting dalam menerapkan teknik Fajar Fathurachman pada laga melawan Thailand di Final SEA Games 2023. Foto Chalinee Thirasupa/REUTERSAkhirnya, kita juga harus mengingat bahwa play beautiful bukanlah satu-satunya cara untuk bermain sepak bola. Ada berbagai strategi dan gaya permainan lainnya yang bisa sama efektif dan menariknya. Meski begitu, play beautiful memberikan perspektif baru tentang bagaimana sepak bola dapat dimainkan dan dinikmati, dan ini layak untuk kita pembahasan ini, saya akan menggunakan kutipan dari filosof Yunani kuno, Socrates, yang mengatakan, "Keindahan ada di mata yang memandang." Di dunia sepak bola, keindahan dapat berarti banyak hal, dan bagi banyak penggemar, play beautiful adalah salah satu interpretasi keindahan itu. Mungkin inilah waktunya bagi kita untuk merenung dan bertanya pada diri sendiri apa arti keindahan dalam sepak bola bagi kita?

Sayajuga mempunyai hobi iaitu bermain bola sepak. Ramai orang mempunyai hobi sendiri. ٢٩ جمادى الأولى ١٤٤٠ هـ. Sebelum melukis, saya gambarkan dahulu rupa pantai yang hendak dilukis berdasarkan pengamatan saya ketika pergi melancong. Sebelum melukis, saya gambarkan dahulu rupa pantai yang hendak dilukis berdasarkan .

January 10, 2022 Apa hobi yang kamu sukai? Pastinya kamu akan selalu meluangkan waktumu untuk dapat melakukan hobimu. Kalau kamu hobi bermain sepak bola, kamu bisa menceritakannya ke dalam sebuah cerita tentang hobi sepak bola dalam bahasa inggris. Baca Juga Mendeskripsikan Rumah Dalam Bahasa Inggris Ketika kamu menceritakan hobi dalam bahasa inggris, kamu bisa jelaskan alasan kamu menyukai hobi tersebut. Lalu, jelaskan juga seberapa sering kamu melakukan hobi di waktu senggangmu. Contoh Cerita Tentang Hobi Sepak Bola Kamu dapat membaca cerita tentang hobi sepak bola dalam bahasa inggris di bawah ini. English I have many hobbies. However, my favorite hobby is playing soccer. I always take time at least once a week to play soccer with my friends. We usually rent a gym hourly to play soccer. Why do I like to play soccer? First, because I enjoy watching soccer. In the past, I was impressed by the playing ability of Zidane, a Frenchman. Apart from Zidane, I also like Cristiano Ronaldo and Lionel Messi. The second reason is the people around me. My father is also a soccer fan. We often spend time together watching soccer. Besides my father, many of my friends also like to play soccer as much as I do. Third, I like to play sports. Sports are not only healthy but also a way to relieve stress. When I play soccer, I feel euphoric. Especially when I could score a goal with my team against an opponent. I also use the moment of playing soccer to meet up with friends. Including if there is a reunion with school friends since elementary school. Even though I love playing soccer, I have no desire to become a professional soccer player. Making soccer a hobby is quite enjoyable for me. Terjemahan Aku adalah orang yang punya banyak hobi. Namun, hobi yang paling kusukai ialah bermain sepak bola. Aku selalu menyediakan waktu minimal seminggu sekali untuk bermain sepak bola bersama teman. Biasanya, kami menyewa tempat yang dihitung per jam untuk bermain sepak bola. Mengapa aku senang bermain sepak bola? Pertama, karena aku suka menonton sepak bola. Dulu, aku kagum melihat kemampuan bermain Zidane Zidan dari Perancis. Selain Zidane, aku juga suka Christiano Ronaldo dan Lionel Messi. Alasan kedua, faktor orang-orang di sekelilingku. Ayahku juga penyuka sepak bola. Kami sering menyediakan waktu bersama untuk menonton sepak bola. Selain ayahku, banyak teman-temanku yang juga hobi bermain sepak bola sepertiku. Ketiga, aku suka berolahraga. Selain sehat, olahraga juga sarana untuk melepas stress. Ketika bermain sepak bola, aku merasakan euforia. Apalagi ketika aku dan timku berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Momen bermain sepak bola juga kumanfaatkan sebagai waktu untuk berkumpul bersama teman-teman. Bahkan ketika reunian teman sekolah sejak SD. Meski aku hobi bermain sepak bola, namun aku tidak ada keinginan untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Menjadikan sepak bola sebagai hobi bagiku sudah cukup membahagiakan. Penutup Itulah satu contoh cerita tentang hobi sepak bola dalam bahasa inggris yang kami tulis. Kamu dapat coba menuliskan contoh cerita tentang hobi yang kamu sukai dalam bahasa inggris juga, ya. Sayadisini akan menjelaskan semua tentang mini soccer baik dari ukuran lapangan, ukuran bola, ukuran gawang, cara bermain, dan lain-lain. Dan permainan mini soccer hampir sama dengan futsal dan sepak bola, cuma berbda dari lapangan dan ukuran bola. Untuk lapangan futsal itu hampir sama lapangannya dengan permainan bulu tangkis dan lapangan bola sama dengan mini
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Futsal adalah oalhraga favorit santr ihwan smp. Futsal tediri dri 5 orang termasuk KIPER penjaga gawang. Santri ikhwan biasanya bermain futsal saat agenda karya/AKAR dihari rabu dan biasanya dilakukan juga pada waktu libur. Tim futsal kami terdiri atas pemain inti yaitu 2 orang kelas 7, 3 orang kelas 8, 4orang dari kelas 9. Tim kami selain bermain futsal terkadang kami juga bermain sepak bola. Pelatih tim kami adalah salah satu pelatih SSB Bambu Apus. Coach Muhammad Zihan, yang selalu sabar dan gigih melatih kami. Saat beratih kami banyak diajarkan teknik, mulai dari teknik dasar sampainbanyak lagi teknik yang kami pelajri contohnya, shooting, pasing, control, berfikir, pindah tempat, dribling. Teknik shooting adalah dalam olahraga berhubungan dengan tembakan untuk mencetak poin kemenangan. Selain Shooting ada juga Passing adalah gerakan mengoperkan bola sebagai langkah menyusun pola serangan. kemudian ada controlling atau mengontrol adalah menerima bola baik berupa hasil umpan dari teman, bola liar, maupun umpan yang salah dari pemain lawan. Lalu berfikir dalam sepak bola artinya kita harus intar menatur strategi menyerang maupun bertahan serta mampu mengambil keputusan dengan baik terutama sebagai kapten harus bisa menggerakkan tim menjadi kompak. Pindah tempat artinya membuka posisi atau membuka ruang supaya teman dapat dengan mudah mengoper serta dapat membingungkan tim musuh. driblng adalah termasuk kedalam teknik dasar yang mana dribling artinya mengiring bola. whatsapp-image-2023-01-30-at-1 Tim Sepak bola Smp Adzkia pernah mengikuti turnamen Sepak bola di balai kota Tanggerang Selatan United Parakan Fun Footbal dan mendapatkan Juara 3. Biasanya kami berlatih di hari Rabu mulai dar jam dan untuk dihari libur biasanya dari pagi menjelang waktu zhuhur. Bagi kami bermain bola sebagai pengganti rasa bosan karena dalam bermain bola kami seperti merasa senang dan gembira. Alasan yang membuat ku semangat bemain bola karena bermimpi ingin menjadi pemain profesional seperti pemain yang saya idolakan Leonel Messi. Saya suka Messi karena semanatnya yang tinggi, sehingga dia dapat memnghantarkan kemenangan bagi argentina di piala dunia pada tahun 2022. Caca Bambang Lihat Hobby Selengkapnya
Hai Aku Anton. Umurkur 16 tahun. Aku sangat suka bermain sepak bola. Aku bermain setelah jam sekolah. Aku ikut bergabung dalam club sepak bola sekolah. Kami berlatih dua kali seminggu. I bemain sebagai pemain tengah. Aku suka sepak bola karena Aku belajar tentang kerja sama tim. Minggu depan kami akan berkompetisi dalam perlombaan. “Memangnya bisa ya main sepak bola tapi online?” ujar salah satu anak ketika diberitahu oleh salah satu pengelola di RPTRA Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jakarta. Perkenalkan, namanya Sepak Bola Berketahanan atau Coaching for Life. Program ini merupakan kerja sama Save the Children Indonesia dengan Arsenal Foundation. Program ini mengombinasikan kegiatan latihan sepak bola dengan dengan materi ketahanan atau resiliensi dengan cara yang menarik. Saat awal situasi pandemi, pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satunya menutup lapangan sepak bola di fasilitas umum seperti di RPTRA sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. Hal itu tentu berdampak besar pada aktivitas bermain anak dan perkembangan pendidikan mereka. “If opportunity does not come to you, then create it,” kata sebuah pepatah. Begitupun dengan program ini, yang mana dengan kekuatan sepak bola, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak-anak 12-17 tahun bertindak untuk dirinya sendiri melindungi dari berbagai bentuk kekerasan yang rentan mereka alami. Transformasi dilakukan. Sesi latihan sepak bola tetap bisa berjalan. Meski lapangan ditutup, sesi masih bisa dilakukan secara daring online antara pelatih coach dan anak-anak. Tantangannya adalah bagaimana menciptakan pembelajaran daring ini tidak membosankan dan membuat mereka menjadi senang. Resiliensi sesungguhnya merupakan kemampuan yang hampir serupa dengan strategi pertahanan dari serangan tim lawan ketika kita di lapangan sepak bola. Bedanya, ini dipraktikkan dalam kehidupan nyata dan di luar lapangan sepakbola. Setiap pekan, selain diberikan menu latihan sepak bola seperti teknik menggiring bola dribbling, teknik mengoper bola passing, teknik menendang bola shooting, dan teknik lain yang bisa mereka lakukan sendiri di rumah, mereka juga mendapatkan materi resiliensi seperti teknik pengenalan diri dan emosi, teknik komunikasi asertif, hubungan antar personal, mengelola konflik, dan kemampuan pengambilan keputusan. Gambar karya peserta Program Coaching for Life sebagai tugas dalam salah satu sesi daring atau online. Dalam salah satu diskusi tentang konflik yang sering terjadi di lapangan, beberapa anak bercerita tentang kejadian dijatuhkan lawan dan wasit tidak melihat pelanggara. Mereka juga menyadari bahwa konflik juga sering terjadi dengan teman sekolah mereka yang beragam karakternya. Mereka diajak untuk merefleksikan bersama apa itu hubungan damai. Dua orang anak mendefinisikan bahwa hubungan damai adalah tidak ada permusuhan atau menyakiti teman, bahkan tidak ada dendam satu sama lain. Anak-anak lain menyetujui dengan menceritakan pengalaman mereka lainnya baik secara langsung maupun lewat gambar. “Materi-materi perkembangan diri seperti resiliensi seringkali enggak menarik buat anak remaja. Tapi kalau dipadukan dengan sepak bola, mereka jadi senang. Dan ketika mereka senang, apapun yang kita berikan bisa mereka terima dengan sangat baik,” ujar salah satu coach saat menceritakan pengalamannya mengajarkan modul Sepak Bola Berketahanan pada anak-anak. Dengan pembelajaran daring, para pelatih juga mengasah kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman-teman sebaya, yang hampir tidak pernah mereka temui atau kenal sebelumnya karena keterbatasan pertemuan tatap muka selama pandemi. Pembelajaran yang baik dalam salah satu materi Sepak Bola Berketahanan adalah bagaimana mereka diajari membangun komunikasi dan hubungan mulai dari lingkungan terdekat di rumah, misalnya adik atau kakak, orang tua, atau orang dewasa lain, serta masyarakat luas agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan baik, belajar empati, serta menjaga kepercayaan yang diberikan. Hal ini kemudian diungkapkan oleh salah satu anak dalam pesan yang ingin disampaikan untuk orang-orang yang menurut mereka penting dalam lingkaran kehidupannya. “Terima kasih ayah dan ibu sudah mengurusiku dari kecil hingga besar semoga sehat selalu dan untuk sahabatku semoga sehat selalu sahabat makasih untuk selamanya sampai jumpa sahabat,” kata seorang anak. Program Coaching for Life diharapkan dapat membantu anak-anak ini mengembangkan diri dan memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Dengan begitu, kapasitas diri mereka meningkat untuk menghadapi tantangan atau situasi yang rentan mengalami kekerasan. DVPI.
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/899
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/323
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/298
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/410
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/526
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/632
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/668
  • 9kwzw5q5nu.pages.dev/601
  • cerita tentang hobi bermain sepak bola